Review Upin Ipin Musim 14 – Perang Nyamuk Episode 8

 

Nenek, kak Ros,  Upin Ipin sedang berada di dapur. Nenek sedang memotong sayur, sementara kak Ros sedang menggoreng ikan. Pada malam hari, Upin dan Ipin bersama dengan kak Ros dan nenek pergi ke Masjid untuk Shalat Tarawih bersama. Kemudian, mereka dipanggil oleh teman-temannya, yakni Ehsan, Frizzi, dan Mail. Mereka berpura-pura mengambil Wudhu, padahal kemudian bertemu dengan tiga temannya untuk bermain gasing. Kak Ros kemudian mencari Upin dan Ipin. Akhirnya mereka diomeli kak Ros dan tak lama kemudian, mereka masuk Masjid. Saat itu, turun hujan, makanya Upin dan Ipin memanggil teman-temannya untuk menyelamatkan sendal jepit yang tergenang air. Sandal tersebut berhasil didapatkan. Tetapi, setelah itu, Upin dan Ipin serta teman-temannya malah bermain balapan sandal jepit.

 

Kak Ros dan nenek keluar Masjid dan bertemu dengan Upin dan Ipin. Kak Ros terlihat sangat marah dan mereka diomeli di kamar mereka. Upin dan Ipin meminta maaf pada nenek mereka dan nenek bilang jangan mengulanginya lagi. Tiba-tiba kak Ros mendengar Upin bersin dan kak Ros memarahi Upin yang pilek karena hujan-hujanan ketika di Masjid tadi. Upin bertanya mengapa Upin tidak sakit seperti dirinya. Ipin langsung bilang ia tidak sakit karena kuat. Kak Ros menantangnya untuk push up, tetapi Ipin menolaknya. Keesokan harinya, Upin sarapan ayam goreng dan ia tidak masuk sekolah. Ia juga tidak berpuasa karena sedang sakit. Sementara itu, Ipin yang sudah menggunakan seragam sekolah ingin mencicipi, tetapi ia tidak boleh makan karena sedang puasa. Ipin kemudian berangkat ke sekolah dan bertemu dengan Mail. Mail bertanya kenapa tidak bersama Upin. Kata Ipin, Upin sedang sakit sehingga tidak puasa dan tidak bersekolah. Tidak lama kemudian, ibu guru datang.

 

Setelah itu, Upin dan Ipin berkumpul di ruang makan untuk bersiap-siap berbuka puasa. Namun, kak Ros bilang Upin tidak boleh makan yang sama karena ia sudah tidak puasa tadi. Ipin kemudian mengejeknya sehingga Upin merasa kecewa dan pergi dari ruang makan. Ipin kemudian meminta Upin untuk kembali ke ruang makan karena ia tidak suka jika tidak ada Upin. Upin yang tadinya menangis menjadi senang dan mereka sudah bermain bersama lagi. Di malam hari kak Ros mengecek dahi Upin dan mengatakan bahwa Upin sudah sehat. Ia bisa kembali berpuasa sehingga ia merasa sangat senang.

 

Setelah pulang dari sekolah, mereka bertemu dengan Uncle yang sedang masak. Upin dan Ipin juga bersama dengan teman-teman lainnya. Uncle menawarkan mereka, namun Mei-Mei mengingatkan bahwa ia yang boleh makan, sementara teman-temannya masih puasa. Uncle kemudian langsung bilang bahwa teman-temannya tidak boleh makan karena nanti ia yang ditegur. Setelah berbuka puasa, barulah Uncle bisa meminta mereka mencicipi makanan buatan Uncle. Ehsan bertanya apa salahnya, Uncle bertanya, tentu saja hal tersebut salah.

 

Upin dan Ipin beserta teman-temannya kemudian berpisah. Kemudian di jalan, Upin dan Ipin melempar ke arah semak-semak karena ada yang mencurigakan. Setelah itu ada beberapa orang yang kabur dan mereka sadar bahwa orang-orang tersebut sedang diam-diam makan di jam puasa. Upin dan Ipin kemudian pergi melihat mobil jenazah di dekat rumah atok, mereka sangat kaget dan mengira atok telah tidak ada. Ternyata, atok terbangun dari mobil tersebut dan bilang kepada mereka bahwa atok ada urusan.