JAKARTA, KOMPAS.com – Mugkin, tak banyak orang yang tahu soal kebaya encim.

Padahal, kebaya tersebut merupakan salah satu yang ikon yang identik dengan Betawi, suku yang berasal dari Ibu Kota– Jakarta.

Desainer sekaligus pediri rumah mode Rumah Betawi, R Emma Damayanti, mengungkapkan, asal-usul kebaya encim dari perempuan Tionghoa yang masuk ke Jakarta.

Saat itu, salah satu busana yang dipakai mereka–yang akrab dipanggil encim (bibi)–memiliki siluet kebaya dengan khas bordir.

Lambat laun, busana tersebut dikenal sebagai kebaya encim yang akhirnya identik dengan pakaian adat Betawi.

Baca juga: Merajut Nusantara, Pameran Kebaya dari Aceh Hingga Papua

Kebaya encim memiliki beberapa ciri khas, mulai dari element bordir, lipatan sisi baju yang berada di tengah, bahan tenun, dan panjang di bawah pinggul.

Dari sisi bordir, misalnya, biasanya kebaya encim memiliki bordir samping dan tengah polos.

Detail bordir pada kebaya memiliki ragam motif, termasuk flora dan fauna.

Kendati memiliki kekhasan, bukan berarti kebaya encim tertutup untuk inovasi.

Lewat rumah modenya, Emma berkreasi membuat kebaya encim lebih mengikuti perkembangan zaman.

Dia mencoba membuat bordir pada kebaya encim lebih banyak, seperti di bagian tengah dan tak terbatas pada motif bunga.

Baca juga: Menteri Susi Kenakan Kebaya Anne Avantie, Tato Phoenix Tersingkap

Selain itu, untuk menarik minat anak muda, Emma mencoba keluar pakem kebaya encim dengan menyediakan warna-warna terang, seperti biru turkis, biru indigo, dan merah muda.

Emma juga membuat kebaya encim lebih panjang, sehingga bisa sesuai dengan perempuan yang mengenakan hijab.

“Karena bentuknya yang panjang, kebaya encim punya saya pernah disebut outer saat saya bawa pameran ke luar negeri.”

“Tapi itu bukan masalah, karena mereka suka dan langsung membeli lalu pakai,” kata Emma kepada Kompas.com, Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Baca juga: Sehat Fisik dan Mental Berkat Pakai Kain dan Kebaya Tiap Hari

Sementara itu, tim kurasi Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekrenasda) DKI Jakarta, Chossy Latu, mengungkapkan, kebaya encim berpotensi untuk berkembang.

Sebab, kebaya encim dapat padu padan serta menjadi ragam siluet.

“Kalau padu padan bisa jadi dalaman, lalu bisa mewujud sebagai simple blouse, rompi atau pun outer,” kata Chossy.