tim, CNN Indonesia | Minggu, 18/08/ :30 WIB

Tahukah Anda bahwa kebaya adalah busana nasional perempuan Indonesia dan teluk belanga adalah busana nasional untuk laki-laki?(CNN Indonesia/ Hanna Azarya Samosir) Jakarta, CNN Indonesia — Tahukah Anda bahwakebaya adalah busana nasional perempuanIndonesia dan teluk belanga adalah busana nasional untuk laki-laki?

Kebaya ditetapkan sebagai busana nasional perempuan Indonesia dalam lokakarya di Jakarta pada 1978 yang diikuti oleh perwakilan seluruh provinsi di Indonesia. Saat itu mannequin busana nasional Indonesia adalah kebaya pendek dengan kain batik panjang, dilengkapi dengan selendang, alas kaki, tata rias wajah, dan sanggul.

Kebaya sebagai busana nasional juga terdapat di dalam Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 1972 tentang Djenis-Djenis Pakaian Sipil dan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan.

Namun kini, geliat kebaya sebagai busana nasional patut dipertanyakan kembali. Tak perlu muluk-muluk bicara soal sejarah hingga filosofi, orang berkebaya sehari-hari makin jarang ditemui.

Eksistensi kebaya bahkan tertinggal dengan tren mode busana lain. Bandingkan dengan pakaian sari dari India yang dikenal luas sebagai pakaian nasional India.

“Kebaya merupakan busana yang memiliki nilai sejarah panjang, punya andil dalam proses kemerdekaan. Mengapa enggak kita pakai? Kenapa enggak diangkat jadi pakaian identitas, seperti pakaian sari di India. Maunya kebaya jadi seperti itu,” kata Ketua Komunitas Perempuan Berkebaya (KPB) Indonesia Rahmi Hidayati saat deklarasi Indonesia Berkebaya di Museum Nasional, beberapa waktu lalu.

Untuk melestarikan kebaya sebagai busana nasional, Rahmi bersama sejumlah anggota KBP lainnya sudah menggunakan kebaya setiap hari. Komunitas ini juga menggaungkan gerakan Selasa Berkebaya, ajakan untuk memakai kebaya setiap hari Selasa.

Foto: Istockphoto/ electravk
kebaya jadi busana nasional Indonesia
Akan tetapi, gerakan ini saja dinilai tak cukup untuk melestarikan kebaya tanpa ada campur tangan dari pemerintah. KBP mengajukan agar terdapat satu hari khusus untuk memeringati kebaya, seperti halnya Hari Batik Nasional dan mengajukan kebaya sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO.

“Peran pemerintah harus mendukung, harus bersama dengan komunitas, akademisi, pebisnis untuk bersinergi bergerak bersama di bidangnya masing-masing. Perlu ada gerakan bersama yang menyatakan bahwa kebaya itu memiliki sejarah panjang sebagai busana nasional,” kata pengamat kesenian dan kebudayaan dari Universitas Indonesia Dwi Woro Retno Mastuti kepada CNNIndonesia.com, saat berbincang mengenai kebaya.

Pengajuan ke UNESCO

Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid menyatakan akan memfasilitasi pengajuan peringatan hari kebaya.

“Kami memfasilitasi saja karena keputusan ada di Presiden untuk menetapkan hari nasional,” kata Hilmar.

Sedangkan untuk menetapkan kebaya sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO, Hilmar mengaku masih belum terdapat wacana untuk itu. Dibutuhkan persiapan panjang dan matang untuk bisa sampai ke UNESCO. Saat ini, Kemendikbud fokus mengusulkan pantun pada 2018, pencak silat pada 2019, kolintang kayu pada 2020, dan gamelan pada 2021.

Selain itu, di tataran pendidikan, Hilmar mengakui masih belum terdapat penjelasan yang rinci kepada pelajar mengenai busana nasional termasuk kebaya. Dia berencana untuk menambahkannya dalam materi pendidikan.

Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono
kebaya fashionable
“Pengenalan (busana nasional) saja kita belum. Saya kemarin cari tutorialnya di YouTube, enggak dapat cara mengikatnya. Jadi yang langsung konkret, bisa saya pastikan adalah bahwa baju-baju utama dari setiap daerah ini ada dulu videonya,” ucap Hilmar.

(ptj/chs)